“AKU DAN DIA”
Jam weaker berbunyi menandakan pukul 05.00 WIB. Seperti biasa, Aku langsung membereskan tempat tidur lalu pergi untuk mandi dan melaksanakan ibadah shalat subuh. Jika sempat Aku membantu ibuku membereskan rumah dan bersiap pergi ke Sekolah.
Ya, Aku adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang kini bersekolah di SMPN 2 PASEH. orang biasa memanggilku Rina, di sekolah aku memang tidak terlalu terkenal, karena aku sedikit pemalu orangnya, selain itu teman-teman ku kadang memanggilku ‘Alay’ karena gaya bicara ku yg agak alay.Sekarang Aku sudah kelas Sembilan, inilah masa-masa yang sulit bagiku, karena Aku harus lebih giat dalam belajar, Aku harus lebih sungguh-sungguh supaya Aku bisa mendapatkan hasil nilai yang memuaskan, Aku berencana ingin melanjutkan sekolah di bandung ,meski itu akan membuatku jauh dari keluargaku ,tapi itu tak mematahkan semangatku untuk mengejar cita-cita ku. Aku bercita cita ingin menjadi seorang Musisi,karena bagiku musik seni merupakan bagian dari hidupku. orang tuaku sempat tidak setuju dengan keinginanku, karena mereka lebih mendukung jika aku menjadi Dokter. Tapi untunglah, mereka mengizinkanku untuk melanjutkan sekolah khusus musik.
Selain itu, Aku harus sanggup berpisah dengan sahabat-sahabat baik ku di sekolah, yang selalu membantu ku dan dan selalu ada untuk ku. Bagaimana bisa Aku bayangkan harus kehilangan mereka semua ,terlebih lagi hanya beberapa bulan lagi aku akan meninggalkan sekolah tercintaku ini.
Dibalik semua alasan itu, ada seseorang yang sangat ku cintai, dia adalah sahabatku sendiri , namanya Miko. Miko dan Aku berteman sejak kelas satu SMP , siapa yang menyangka aku mulai menyukainya sejak kelas satu SMP? Hanya karena Aku tak berani mengatakannya , mungkin kini Aku harus bersiap kehilangannya, Di mataku Miko adalah sosok yang sempurna. Sikapnya yang selalu cuek namun mudah tersenyum telah membuat hatiku buta, ia juga lain dari pada yang lain, sedikit pemalu bicara dengan orang yang baru ia kenal, dia juga lebih bisa menghargai wanita , selain itu ia juga sangat pandai bermain gitar.
Meski Aku dan Miko sudah tidak sekelas lagi dan jarang berbicara langsung, tapi Aku dan Miko selalu menumpahkan isi hati kami lewat media sosial. Saat itu adalah hari olahraga nasional , dimana semua siswa diwajibkan mengikuti kegiatan gerak jalan, dan mengikuti lomba sekolah, saat lomba berlangsung, terdengar seseorang memanggilku “Rinaaa……… !” lalu aku menoleh ternyata itu adalah mereka dan Miko juga ada disana, sahabatku dari kelas satu smp, aku menyapa kembali “Hei…… sini !” perintahku, mereka menghampiri ku, aku sangat senang karena setelah sekian lama aku tak pernah mengobrol akhirnya hari ini aku bisa berbicara dengan mereka lagi.asik sekali, disana kami bercanda gurau menceritakanpengalaman kami, setiap Miko berbicara dengan ku , aku slalu saja merasa grogi. Tapi kuharap Miko tak menyadari nya.
Bertahun-tahun memendam rasa cinta ini darinya, begitu pahit Aku rasakan, Mulai dari berpura-pura senang saat dia mendapat pacar baru, berusaha menyemangati nya saat Dia bertengkar dengan pacarnya. Semua itu, kulalui dengan sikap tegar walaupun sebenarnya rapuh.
Sejak aku menyukainya, tak sekali pun aku jatuh cinta dengan laki-laki lain , bukan karena aku tidak laku, karena banyak yang menyukaiku, tapi mungkin cinta ku sudah tertuju untuknya, dan tak satupun dari mereka yang bisa membuatku tertarik.
Aku tak mengerti setiap kali ia memarahiku , namun hatiku tak pernah bisa membenci nya . saat itu ketika aku sedng menonton TV, tiba-tiba handphone ku berbunyi “tiiiiit…tiiit……..tiiiit……..” langsung saja ku lihat. Terlihat satu pesan, itu pesan dari Miko dengan perasaan senang, lalu aku membuka pesan tersebut “kalau jadi cewe itu harus bisa jaga omongan!” hatiku bertanya-tanya, rasa senang itupun menghilang, lalu ku balas “maksud kamu apa?”. “tau ah… org yg gak mau disalahin pasti suka pura-pura enggak tau ;b “lalu kubalas “maksudnya? Maaf Mik, aku gak ngerti, kalau aku ada salah maaf! Tapi masalahnya aku gak tau maksud kamu apa?” dia tidak membalas lagi sms dariku. Sejak saat itu, aku dan Miko tidak pernah komunikasi lagi , meski aku tidak tahu masalah dari kami hingga seperti ini jadinya. Beberapa minggu sampai satu bulan lebih kami tidak berkomunikasi lewat apapun, jika aku bertemu dengannya di sekolahpun aku dan Miko saling cuek seolah kami tidak saling kenal. Lalu ketika aku membuka Facebook , dia mengirim pesan padaku, ku kira ia akan meminta maaf, ternyata dengan berani nya ia mencaciku lagi , sampai aku mulai emosi , ku balas setiap cacian dari nya. Fuuhh….syukurlah, akhirnya dia mengerti juga, ia meminta maaf padaku “rina….maafin y?” ku balas “udah dimaafin kok !” sejak saat itu hubungan aku dan Miko semakin membaik, kami semakin akrab saja, aku tahu apapun tentangnya, mulai dari kebiasaaan baik dan kebiasaan buruknya. Dari sana aku sadar bahwa “Manusia itu tidak ada yang sempurna, meski seberapa besar kita mencintai seseorang itu takkan menjadikkan nya terlihat sempurna seutuhnya, ada kalanya kita harus menerima keadaan orang yang kita cintai , mulai dari kekurangan sampai kelebihannya ,karena cinta tak ada yang sempurna, cinta juga tidak buta, namun ia membutakan, cinta hanya butuh kesabaran cukup dengan menutupi dan ditutupi oleh diri masing-masing dan saling melengkapi”
Miko tak sepenuhnya seperti apa yang ku fikirkan, dia lebih buruk dari yang ku bayangkan . Meski begitu, rasa cintaku untuknya tak pernah pudar. Aku tak peduli , meski kini miko mempunyai pacar baru lagi, tapi aku tak pernah merasa khawatir .karena aku tahu, Miko dan aku tak pernah menjadikan pacar kami sebagai halangan. karena Aku dan miko saling terbuka ,aku tahu aku cemburu mendengar curhatan-curhatan sampahnya itu, aku tak suka karena dia selalu menceritakan pacarnya, tapi ia selalu memujiku. Dia juga harus berfikir, siapa orang yang selalu memikirkan dan mengkhawatirkannya, siapa orang yang selalu mencintainya, siapa orang yang selalu memperhatikannya secara sembunyi-sembunyi jika sedang upacara, dan siapa orang yang selalu ingin lebih tahu tentangnya dari siapapun.
Aku berharap, dengan kertas ini dia bisa membacanya, membaca setiap kata dan kalimat dariku untuknya. Karena aku yakin, tuhan akan mempertemukan ku dengannya suatu saat nanti. Ku fikir, keadaan saat ini cukup baik untukku, meski hanya sekedar sahabat, yang penting dia selalu ada setiap waktu.
sekian, semoga bermanfaat kawan,
LIKE & SHARE
kalo butuh cerpen yang lain,kamu bisa kirim Permintaan ke alamat rina_listia28@yahoo.com atau rina.rynalicious28@gmail.com
thank’s !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar